Program Studi Kehutanan Universitas Pattimura (UNPATTI) sukses melaksanakan Program Entrepreneurship sebagai bagian dari Hibah PKKM untuk meningkatkan kapasitas lulusan. Program ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa menjadi wirausahawan terdidik yang mandiri, berkarakter, serta mampu mengembangkan usaha yang relevan dengan potensi lokal, dengan pengalaman yang bisa diterapkan langsung di masyarakat.
Program ini dimulai dengan pengumuman pembukaan seleksi program entrepreneurship bagi mahasiswa. Tim yang mendaftar adalah 7 kelompok mahasiswa yang memiliki minat berwirausaha. Selanjutnya, mahasiswa menyusun proposal kewirausahaan yang kemudian diseleksi untuk menentukan kelompok pemenang kompetisi. Tiga kelompok terpilih yang memiliki ide bisnis inovatif dan berbasis potensi lokal menerima modal usaha untuk mengimplementasikan rencana bisnis mereka.
Tim juri yang menilai kompetisi terdiri dari akademisi, pemerintah, dan praktisi pengusaha. Ibu E. Turukay, S.E., M.Si., selaku juri dari akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNPATTI, juri dari sector pemerintahan Bpk. R. V. Wattimury, S.T., M.Si. dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, serta juri praktisi, ibu Sandra Tuhuteru, S.E., seorang pengusaha dari Vitex Jaya, berperan penting dalam proses seleksi.
Kegiatan seleksi dan penetapan kelompok pemenang dilakukan pada 12 November 2024 di ruang rapat Jurusan Kehutanan UNPATTI. Setelah seleksi, tiga kelompok terpilih yaitu kelompok Sylaren dengan Pengelolaan kolang-kaling, untuk mendukung pengelolaan hasil perkebunan aren. Kelompok Brillite dengan pembuatan briket arang berbahan baku serbuk kayu gergajian, mendukung ekonomi sirkular. Dan kelompok Natura Veda dengan pembuatan minyak atsiri dari kayu putih, memanfaatkan tanaman khas Maluku dengan potensi ekspor yang tinggi. Ketiga kelompok tersebut masing-masing menerima modal usaha sebesar 10 juta rupiah untuk mendukung implementasi bisnis mereka.
Berdasarkan hasil evaluasi kelompok Sylaren memiliki potensi pasar yang besar di Maluku dan wilayah lain, meskipun perlu strategi pemasaran yang lebih baik. Selanjutnya kelompok Brillite berpotensi besar dalam mendukung energi ramah lingkungan, terutama di wilayah dengan akses listrik terbatas. Dan kelompok Natura Veda memiliki nilai tambah yang tinggi dalam produksi minyak atsiri, namun perlu fokus pada kualitas dan sertifikasi untuk meningkatkan daya saing internasional.
Program ini penting karena memberikan peluang nyata bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan mereka, menciptakan usaha berbasis potensi lokal, dan mendukung ekonomi daerah. Usaha yang terpilih juga berfokus pada keberlanjutan dan dampak positif terhadap lingkungan serta masyarakat, seperti pengelolaan kolang-kaling, pembuatan briket arang dari limbah kayu, dan produksi minyak atsiri dari kayu putih.
Mahasiswa yang terlibat dalam program ini tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis dalam berbisnis, tetapi juga memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan usaha yang efisien, pemasaran, serta peningkatan kualitas produk. Setiap kelompok dapat mengembangkan potensi bisnis mereka lebih jauh, dengan dukungan dana dan evaluasi untuk meningkatkan daya saing di pasar lokal maupun nasional.
